BERSAMA KESULITAN, ADA KEMUDAHAN

0

    Wahai manusia, setelah lapar ada kenyang, setelah dahaga ada kesegaran, setelah bergadang ada lelap tidur dan setelah sakit ada sehat. Setiap yang hilang past ketemu; setiap yang tersesat akan mendapat petunjuk; setiap yang dalam kesulitan akan terbebas; dan kegelapan akan berubah menjadi terang.

   Sampaikan kabar gembira pada malam, bila jelang fajar akan mengusirnya dari puncak-puncak gunung dan dasar-dasar lembah. Gembirakan orang yang berkesusahan dengan pertolongan yang datang secepat kilatan cahaya dan sesegera kedipan mata. Bergembira pula orang yang sedang bergundah gulana dengan lipatan karunia dan dekapan hangat yang segera tiba.

   Saat anda melihat hamparan padang sahara yang seolah memanjang tampa batas, maka ketahuilah dibalik kejauhan itu terdapat kebun rimbun penuh hijau dedaunan. Dan saat anda melihat seutas tali makin meregang kencang, maka ketahuilah ia akan segera putus.

   Setiap tangisan akan berhujung dengan senyuman, ketakutan akan berakhir dengan rasa man, dan kegelisahan akan sirna oleh kedamaian.

Maka janganlah anda merasa terhimpit sejengkalpun. Setiap keadaan pasti berubah. Dan sebaik-baik ibadah adalah menanti kemudahan dengan penuh kesabaran. Hari akan terus bergulir, tahun akan berganti, dan malam akan berubah, yang ghaib akan terus bersembunyi, tapi sang maha bijaksana akan terus memegang kendali urusan. Dan Allah mampu menciptakan hal baru setelah itu semua, dan sungguh, bersama kesulitan itu ada kemudahan.

                              Buku  : Ada Kemudahan Bersama Kesulitan

                             Penulis: Ali Ahmad Abdul al at-thahthawi

                                          : Jad Ar-Rab dan Aid Al- Qarni

Iklan

0

suatu wawasan yg perlu dipelajari dlm pekerjan sebagai cutomer

DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL - CORPORATE MOTIVATOR

PELATIHAN CUSTOMER SERVICE ETHICS

PEMBICARA: DJAJENDRA

PROGRAM 1 HARI 8 JAM 4 SESI

JUDUL: ACHIEVING EXCELLENT SERVICE THROUGH CUSTOMER SERVICE ETHICS

“Customer Service Dengan Etika pelayanan Tahu Bahwa Kesuksesan Perusahaan Sangat Tergantung Pada Persepsi Pelanggan, Yaitu Saat Pelanggan Merasakan kebaikan Dan Kejujuran Dari Pelayanan Perusahaan.”-Djajendra

DESKRIPSI

Etika merupakan prinsip moral yang mengatur atau mempengaruhi perilaku seseorang. Etika dalam bisnis sangat penting karena perusahaan bekerja dengan stakeholder dalam sebuah komunitas yang berorientasi kepada pelayanan, dan para stakeholder tersebut harus dapat mempercayai perusahaan, agar bisnis yang dijalankan perusahaan selalu unggul dan mampu menempatkan reputasi dan kredibilitas  di mindset stakeholder. Etika pelayanan merupakan perilaku dalam memberikan pelayanan yang etis sesuai janji dan komitmen. Perilaku pelayanan yang dipengaruhi oleh kejujuran, emosi baik, kepercayaan diri, tanggung jawab, kepatuhan pada kode etik pelayanan,  dan integritas diri untuk pelayanan berkualitas, akan menghasilkan kualitas etika pelayanan yang sempurna.

Pelayanan pelanggan yang etis mencerminkan bagaimana perusahaan berurusan dengan pelanggan…

Lihat pos aslinya 846 kata lagi

0

Pondok Pesantren, ketika mendengar kata Pondok Pesantren, kita dapat menyimpulkan diruang lingkup tersebut terdapat kyai atau pemimpin Pondok Pesantren, Ustad/Ustadza serta Santri, baik itu Santriwan/Santriwati.

 Adapun ketika Seseorang ditanyakan apa itu Pondok Pesantren, pastinya dibenak pikiran telah menggambarkan jika Pondok Pesantren itu sangat kental dengan pendidikan Agama. Pada dasarnya Pondok Pesantren memang mengajarkan ilmu-ilmu Agama. Akan tetapi dalam kriteria Pondok Pesantren yang berdiri di Negeri ini dibahagi menjadi dua kriteria, yaitu:

  1. Pondok Pesantren Salaffia.
  2. Pondok Pesantren Kholaffia.

 

# Pondok Pesantren Salaffia

Dalam metode pembelajaran Pondok Pesantren Salaffia, para Santri-santri diajarkan penuh tentang ilmu Agama, dimana mulai dengan pembelajaran kitab suci Al-Qur’an dan hukum-hukum bacaan (taj’wid), serta pembelajaran nahwu shorof yang membahas hokum-hukum pembacaan kitab-kitab. Dalam pembelajaran dipPondok Pesantren tersebut lebih ditekankan dalam pembelajaran dan pengetahuan kitab kuning atau lebih dikenal kitab gundul yang dicetak tanpa harokat, dan pembelajaran kitab tersebut dipelajari dengan metode bacaan menggunakan pengetahuan yang telah difahami dari pembelajaran nahwu shorof.

Demikian pola pembelajaran pondok Pesantren Salaffia, yang mengutamakan mempelajari kitab kuning yang bermacam-macam pembahasan, akan tetapi tidak dikesampingkan yang namanya Al-Lughotu (bahasa), yakni dalam pembelajaran bahasa Arab.

Dalam kehidupan Pondok Pesantren lebih dikenalkan tentang kemandirian dan diajarkan kehidupan yang mandiri serta tata cara seorang santri dalam menggunakan busana muslim, berupa memakai pakaian koko/pakaian busana muslim, semisalnya; memakai baju takwa, kopiah putih serta sarung. Dan berbusana merupakan tata tertib dalam berpakaian dilingkungan Pondok, maupun ketika harus keluar (izin keluar pondok).

 

# Pondok Pesantren Kholaffia

Dalam sudut pandang Pondok Pesantren Kholaffia, lebih berorentasi pada system modern, namun kriteria kesalaffiannya tidak dikesampingkan, masih tetap dipergunakan, akan tetapi sedikit kemodernnisasian diperkenalkan pada santri-santri.

Dari maksud yang tertulis diatas tersebut, bahwasanya Pondok Pesantren Kholaffia memprogramkan dua metode pembelajaran, yaitu: pembelajaran Agama dan pembelajaran formal.

Dalam pembelajaran Agama akan didapatkan dalam waktu-waktu tertentu (waktunya tidak cress dengan waktu pembelajaran formal). Segi-segi pembelajarannya berupa belajar membaca Al-Qur’an dan hukum taj’widnya, bahasa arab, nahwu shorof, kitab-kitab kuning, ushulul fiqh, tarikh dll. Sedangkan untuk bahasa, Pondok Pesantren Kholaffia menggunakan bahasa dalam berkomunikasi dengan menggunakan bahsa Arab dan Inggris.

Sedangkan untuk pembelajaran formal dipondok tersebut dinaungi sekolah Madrasah Tsanawiyah, dan Aliyah, adapun beberapa pondok lain menggunakan status SMP dan SMA. Akan tetapi Pondok Pesantren Kholaffia tidak terlalu menekankan berbusana bagi santriwan menggunakan sarung dilingkungan pondok maupun ketika berada diluar, namun etika-etika dalam berbusana tetap dalam tahap kesopanan sebagai santri (tanpa harus membuka aurat).

Dalam kalangan masyarakat sendiri Pondok telah menjadi cerminan atau tolak ukur dalam kehidupan yang telah didasari oleh kajian-kajian dalam ilmu agama. Akan tetapi daya minat generasi muda sendiri yang masih menuntut ilmu sangatlah kurang untuk merasakan pembelajaran diPondok Pesantren, itu karena beranggapan jika pondok memiliki aturan atau tata tertib yang mereka anggap sangat ketat. Padahal dengan adanya tata tertib tersebut, seorang santri diajarkan untuk mengontrol tingkat emosional dalam kedisiplinan, kesabaran serta membina perilaku yang berakhlak, agar ketika terjun dikalangan masyarakat dapat beradabtasi sesuai norma-norma agama dan etika-etika dalam kajian agama.

 

kejayaan dan kehormatan yang sesungguhnya

0

Ketika dunia ini diciptakan, belumlah sempurna tanpa ada satu mahluk yang dapat menjadi sang kholik. Oleh karena itu Allah memberikan tugas kepada malaikat pencabut nyawa untuk mencari sari-sari tanah yang baik diseluruh penjuru dunia.

Selang waktu berlalu, malaikat menemukan sari tanah yang sangat baik dan letaknya dibumi ini. Sehingga Allah menciptakan seorang mahluk yang mulia, dan mahluk itu adalah manusia yang diberi nama Adam. Waktu itulah manusia dijadikan sang kholik dimuka bumi ini karena kewadu’annya yang taat menyembah Allah.

Semakin berselangnya abad ke abad, dari sebelum hijriah hingga masehi, telah banyak perubahan dan perkembangan isi bumi ini, dimana bukanlah semakin membaik dalam mensyukuri karunia sang pencipta. Melainkan semakin banyak manusia yang terlahirkan dibumi ini hanya sekian persen yang masih mensyukuri karunia sang pencipta. Dan masih mengingat apa yang  dikerjakan dan dicari dibumi ini untuk hidup yang akan datang diakhirat kelak.

Namun masih banyak saja manusia yang lupa jika hidup ini untuk apa. Ketamakkan manusia membuat tiang-tiang dan dinding-dinding bumi semakin rapuh karena sifat mereka yang mengutamakan kesenangan belaka dikehidupan ini.

Dalam kehidupan ini manusia lebih mementingkan kejayaan serta kehormatan. Apabila kejayaan telah diraih, mereka menjaganya agar tidak hilang dengan menjaga kehormatan, akan tetapi ketika diberi cobaan yang begitu besar mereka menghindari kenyataan dengan menepisnya dengan cara berbohong dan berharap semua public mempercayai.

Bukankah kejujuran itu sangat tinggi derajatnya dibanding kebohongan. Tetapi masih saja banyak yang mengorbankan kejujuran demi hanya kehormatan.

Bukankah kehormatan dan kejayaan itu hanyalah hiasan dunia, sebab kehidupan dimuka bumi ini tidak ada yang sempurna, karena kehidupan diciptakan dengan penuh cobaan, oleh karena itu kesempurnaan hanyalah milik Allah.

Jika cobaan datang melanda manusia yang telah meraih kejayaan dan telah mendapat kehormatan dimuka public, janganlah sesekali mengorbankan kejujuran hanya demi kehormatan agar kejayaan itu tidak runtuh. Lebih baik kita hancur dikehidupan ini ketimbang harus hancur di akhirat nanti.

Sepatutnya mengingat semua manusia yang hidup dimuka bumi ini ada amanah yang diberikan oleh sang pencipta sebelum ditiupkan rohnya kejasad. Hendaklah amanah itu dikerjakan agar mencapai kehidupan di akhirat kelak lebih mulia.

 catatan:

ketika bumki dimintai agar inti sari patinya diberikan untuk menciptakan manusia, sang bumi sangat menolak, karna bumi sangat takut jika kelak nanti para manusia ingkar dan menyia-nyiakan amanah Allah SWT, oleh karna itu bumi takut menanggung beban kelakuan manusia kelak, akan tetapi malaikat pencabut nyawa memaksa agar diberikan, sehingga dengan lapang dada yang ikhalas bumi akhirnya memberikan juga walaupun rasa was-was ada pada bumi.

                                                                       

                                                                                                              created By….

                                                                                                                     sofyan

curhatan tentang tanggung jawab dan amanah yang membelok

0

Sudah lama Indonesia ini merdeka dari penjajahan. Sekarang kita hanya meneruskan sisa-sisa hasil perjuangan para pejuang negeri ini. Akan tetapi mengapa hingga saat ini Negara ini masih saja terpuruk dari segala macam bidang, padahal  hasil perjuangan yang harus kita teruskan hanyalah memajukan perkembangan Negara ini dengan didasari kesatuan serta pengabdian demi mencapai kesejahteraan untuk seluruh rakyat Indonesia.

Bukankah secara terperinci telah dicantumkan di beberapa sila pancasila, tetapi mengapa kemajuan yang sedikit demi sedikit ini harus tercoreng dengan sikap yang tidak mencerminkan; baik itu yang berada dikalangan para pemimpin maupun dikalangan masyarakat. Dalam kalangan pemimpin telah banyak yang lalai dengan rasa tanggung jawab akan jabatannya, mereka telah lalai jika mereka mengembang amanah yang sangat berat dan amanah itu semuan hanya untuk menstabilkan Negara yang secara beransur-ansur menuju perkembangan dan mensejahterakan kemakmuran untuk rakyat. Tetapi mengapa semua anggaran untuk pembangunan dalam pengembangan dan penataan tatanan Negara ini begitu mudah diambil hanya demi hak pribadi belaka.

Semua rakyat sadar jika beban amanah para pemimpin begitu berat karena harus menunjukkan sebuah kenyataan untuk memajukan Negara ini dan bukan hanya janji-janji saja. akan tetapi mengapa masih ada saja para pemimpin yang lalai akan amanah yang menjadi tanggung jawab mereka. Bukankah para pemimpin dilantik dan diambil sumpah, namun yang terjadi tidak semunya pemimpin mengingat jika mereka telah disumpah untuk menjalani tanggung jawab serta amanah masing-masing untuk disetiap bidang yang telah diserahkan sepenuhnya. Sehingga yang telah lupa dengan kepercayaan yang diserahkan kepundak mereka, sesukanya menikmati anggaran ataupun uang Negara untuk hak pribadi.

Kemana lagi rasa tanggung jawab serta amanah dapat dijalani dengan hati yang ikhlas, jika sekarang sebagian para pemimpin hanya menganggap itu hanya sebuah kata saja yang tidak bermakna dan begitu juga dengan sumpah hanya dianggap prosedur dalam berjalanannya sebuah pelantikkan saja. mereka tidak pernah memikirkan jika tanggung jawab, amanah serta sumpah kelak nanti dipertanyakan oleh sang maha kuasa.

Apakah begini pemimpin kita yang tidak memiliki perasaan serta hati nurani, dan beranggapan jika beban tugas yang mereka pikul menjadi ladang panenan uang untuk demi hak pribadi belaka. Semua diraih dengan begitu mudahnya tanpa rasa takut akan hokum. Sudah terlalu bannyak pemipin Negara ini terjerumus dalam hasrat buruk yang digiurkan dengan nilai-nilai uang yang bertumpuk.

Sungguh aneh pemimpin masa kini, kecerdasan hanya dibuat menguras hak rakyat. Seakan Negara kita kembali kezaman penjajahan yang sewenang-wenang mengambil dari hasil jeri payah rakyat-rakyat. Apa mungkin kita bersatu memberantasnya dengan kekerasan,,,???, sudah pasti tidak, karena Negara kita memiliki hukum.

Lantas solusi apa yang memungkinkan agar Negara kita bersih dari pemimpin yang hanya mementingkan hak pribadi. Sampai saat ini belum terwujud dan belum Nampak satu solusi yang dapat memusnahkan ketidak tanggung jawaban sebuah amanah dari tingkah laku pemimpin yang mementinkan hak pribadi dikursi kepemimpinan. 

cegah pengakuan budaya kita dari negara lain

0

indonesia tanah airku, sebait lagu kebangsaan. mengusik jiwa kesatuan dalam semboyang bineka tunggal ika. perbedaan suku namun beratap satu negara. tidak ada hambatan untuk saling berbagi kebudayaan.

sorak sorak bergembira nyanyian semangat juang. memaknai dalam era kini untuk tidak gentar pada siapapun. tidak malu untuk negeri kita. teruslah melestarikan segala budaya negeri kita yg diwariskan nenek moyang kita. halau bangsa-bangsa luar yg senonoh merampas budaya negeri kita. tidak ada kata rela memberikan mereka dan melepas yg telah dirampas.

Bukankah penjajahan telah usai, dan lantas kita berdiam diri sambil menikmatin indahnya kedamaian tanpa perang serta memegang laras panjang. Sekarang tidaklah demikian serupa era perjuangan pahlawan.

Sekarang bukanlah perang fisik berlengkapkan senjata, namun era kini perang dalam kecerdasan hingga merambat kepolitik untuk mewujudkan harapan, maka dari itu kita bangsa Indonesia yang bermacam suku jangan lengah untuk menjaga kebudayaan yang kita miliki. Karena telah banyak budaya kita yg masih belum dilestarikan dan Nampak akan wujudnya, dan mudah untuk bangsa lain merampasnya.

Merealisasiikan adalah tujuan yg tepat agar terjaga serta utuh dinegeri kita. Jangan pernah kita malu memperlihatkan budaya kita, karena alasan era modern. Karena perkembangan zaman terus berotasi dan selalu berinovasi, tetapi suatu kebudayaan tidak akan terhapus. Karena dalam dimensi kehidupan budaya itu adalah cirri khas setiap bangsa dan suatu perbedaan dari Negara-negara lain.

Salam harmonis untuk semua;

sang anak negeri “gayong”

segi-segi kepedihan cinta masa kini

0

GambarSejak bumi diciptakan ada hal yang belum terlengkapi dalam isi bumi ini, oleh karena itu sang pencipta menciptakan satu kaum yang disebut manusia, dan manusia pertama yang diciptakan dimuka bumi ini ialah sang Adam.

Tetapi kehidupannya belum tersa lengkap dengan kesendiriannya saat itu, karena ketika mata sang Adam memandang hewan-hewan disekitarnya semuanya berpasang-pasangan, karena munajat do’anya kepada sang Illahi Robbi, sehingga diciptakanlah sesosok wanita yang bernama hawa.

Bermulalah kehidupan yang dibumbui cinta seorang lelaki kepada seorang wanita. Banyak hal-hal yang mengarungi cinta mereka berdua, mulai dari segi cobaan, karna cinta memisahkan mereka selama ratusan tahun. Dan karna cinta juga keturunannya harus saling bertikai.

Sampai saat ini sekian banyak keturunan sang Adam dan Hawa masih banyak yang betikai karena cinta, cinta itupun banyak membuat kebencian yang berawali dengan ketidak cocokkan sampai bertahap pada ketidak seimbangan keadilan, namun begitulah cinta banyak hal yang tertoreh didalamnya mulai dari kebahagian hingga mencapai kesedihan dan kebencian.

Namun kita jangan pernah meragukan arti dan makna cinta, sebab cinta terlahir dengan suci, dan cinta semua kaum, sesungguhnya utuh dan terletak hanya kepada sang pencipta.

  • Cinta Tak Seiman

Kehidupan dalam segi mencintai saat ini tidaklah terbatas apapun, tidaklah terhalang apapun, selama dua insan itu saling mencintai, maka yang hanya tumbuh ialah kemesraan hingga sampai tahap kesetian. Kebahagian cinta terasa sudah jika menempuh tahap tersebut, segalahnya dijalani dalam kebersamaan. hingga Suka duka mereka rasakan juga dalam kebersamaan.

Namun ada hal yang mereka ingat dalam kebersamaan ialah memanut agama yang berbeda, hal tersebut sukar untuk disatukan dalam cinta mereka. Karna patokkan cinta mereka terletak pada kerestuan orang tua.

Semakin bertambahnya usia bumi ini banyak problematika cinta yang dialami dua insane, terutama dalam segi perbedaan keimanan benar-benar terlandasi cinta mereka, dan tidak mungkin cinta itu utuh jika sebuah keimanan terbagi dua, walaupun ada yang mengorbankan tetap saling mencintai dalam perbedaan keimanan namun ketenangan sukar dirasakan. Disebabkan kedua bela pihak yang tidak merestui, kini yang menjadi pertanyaan adalah apakah cinta mereka masih sebahagia yang diharapkan…?. Mungkin tidak dan terganggu, sebab didasari dengan orang-orang yang ada disekitarnya dan sanak saudaranya yang sudah menjadi bagian dari kehidupan mereka.

Akan tetapi dari sekian banyak dua insan yang menjalin cinta tetap masih ada yang terus menjalani hubungan asmara dengan tidak memperdulikan sosok agama yg berbeda diantara mereka. Mereka juga tidak memperdulikan apa yang ditanggapi orang-orang sekitarnya dan sanak saudara mereka, semuanya ditepis karna landasan cinta mereka yang telah membaur dalam hati.

Mereka juga merelakan untuk menjauh dari orang-orang yang terdekat dan sanak saudara, dan berpikir ada solusi yang lahir untuk menyatuhkan agama mereka. Namun hari-hari yang mereka lalui terasa berat karna dibayang-bayangi akan perbedaan agama yang kelaknya menjadi kendala bahtera rumah tangga mereka kelak nanti. Serta tidak luput juga dengan jauhnya mereka dalam kehidupan orang-orang yang disekitar mereka, sanak saudara yang dalam kehidupan adalah bagian dari motivasi hidup ini.

  • Cinta Tak diRestui Orang Tua

Selama dunia ini masih ada maka cinta itu sendiri takkan lenyap, karna semua yang diciptakan menyimpan cinta dalam diri masing-masing.

Fenomena yang benar-benar real dalam realita kehidupan tidak jauh dari kata cinta dan apapun bentuknya selalu ada cinta terletak didalamnya. Sudah banyak kita ketahui insan-insan saling jatuh cinta karena adanya pandangan pertama, maupun adanya kecocokkan hingga adanya persamaan, dan begitulah lahirnya cinta disetiap kehidupan dua insan.

Sekarang ini ataupun beberapa tahun yang telah berlalu hingga beberapa abad yang tidak terhitung lagi suatu realita atupun fakta menyimpulkan dua insan yang dimabuk cinta tidaklah memikirkan dari segi apapun yang ada diruang lingkupnya, karena hanya ada kata “dia dan aku saling mencintai”.

Itulah sebabnya arti kehidupan dalam kesenangan yang tidak terespon akan problem yang akan hadir diakhir sebuah cerita. Semua apa yang dilakukan karena hanya untuk cinta semata yang membuat mereka bahagia.

Akan tetapi seiring berjalannya waktu ketika dua insan saling mencintai, ada satu hal yang menjadi kendala dalam hubungan mereka, tidak lain diantara kedua orang tua tidak merestui, hingga tersa suatu kepedihan yang melahirkan kesedihan dalam batin, memang terasa berat ketika salah satu diantara kedua orang tua tidak merestui hubungan kedua insan, karena ketika saling mencintai sukar untuk dihilangkan sebab yang bermain adalah sebuah perasaan.

Disisi lain tidak direstui, membuat dua insan sulit untuk memilih dimana yang terbaik antara persaan dengan keridhoan orang tua. Disitulah letak pilihan harus benar-benar matang dalam menentukan. Terkadang juga ada yang tak dapat memutuskan antara dua pilihan, mereka mengambil jalan pintas dengan harus meninggalkan dan berlari jauh dari tempat mereka berada, itu semua demi nama cinta yang mengikat erat perasaan mereka.

Dalam kesimpulan suatu hubungan yang tidak direstui karena adanya perbedaan dalam segi materi, dimana orang tua merasa canggung jika anaknya harus mencintai yang tidak memiliki apa-apa, kadang kala yang dimilikinya masih lebih banyak jumlahnya dibanding dengan orang yang dicintai anaknya tersebut. Ada pula tidak direstui karena alasan keturunan ataupun golongan yang tidak sepadan. Banyak hal yang membuat cinta kedua insane tidak direstui namun apapun kendala tersebut cinta itu lebih kuat perjalinannya.

Lantas bagaimana jika yang harus dipilih kehendak orang tua; apakah begitu cepat melenyapkan sebuah perasaan kepada orang yang dicintai, mungkin susah untuk menghilangkan sebuah perasaan cinta itu karena telah banyak kenangan yang tertanam didalam hati kedua insan tersebut. Sedangkan dalam sisi negativ terkadang muncul dalam permasalahan ini, telah banyak yang terjadi, mulai mereka harus melakukan zina tanpa ada ikatan dahulu, semua dilakukan agar kelaknya mendapat restu. Maka tercorenglah cinta yang kalanya terlahir dengan suci menjadi hina disebabkan akan tindakan dua insan yang melanggar norma-norma agama yang telah ada disetiap ajaran agama dimuka bumi ini.

Begitulah dua insan yang telah dimabuk cinta, dalam kenyataan telah terjalin suatu kesepakatan yang tak akan ada menggoyahkan cinta mereka.

  • Cinta Karena Nafsu Belaka

Kini umur bumi semakin tua, mungkin saja hari esok kiatmat datang mengobrak abrik segala isi bumi yang telah uzur ini, karena segala isi bumi tidak seindah dulu, begitu pula dengan cinta tidaklah seindah dulu, dimana cinta terlihat anggun.

Mengutik sejarah dahulu sebuah kisah sang Adam dan Hawa sangat mmenghargai makna cinta, walaupun diberi ujian sampai ratusan tahun tetap kokoh dan tabah mencari cinta mereka yang terpisah. Adapula sebuah kisah tentang laila maj’nun anak seorang raja mencintai seorang laki-laki yang menempuh pendidikan dikota tempat ayahnya wanita tersebut memimpin, mereka saling mencintai namun adanya perbedaan membuat mereka tidak dapat menyatukan cintanya. Tetapi mereka menghargai arti cinta tanpa menodainya, sehingga mereka menciptakan syair-syair cinta untuk mengobati rasa rindu mereka, semuanya karena cinta dan cinta itu mereka hargai tanpa harus ternodai dan tetap mensucikan makna cinta.

Era sekarang tidak menghayati kehidupan yang telah berabad-abad berlalu, sekarang cinta itu diibaratkan sebuah permainan catur yang saling mengorbankan pion hingga sampai benteng demi hanya melindungi raja. Begitu pula cinta yang sekarang banyak dikorbankan hanya demi nafsu belaka. Telah banyak insan-insan yang dimabuk cinta namun ujungnya mereka menodai cinta dengan harus mengorbankan seluruh tubuh mereka, berbuat zina sampai tidak mempedulikan tempat, mereka tetap melakukannya karena dilandasi cinta dan tidak mempedulikan arti rasa malu lagi.

Gila dan gila; mungkin ini yang pantas dikatakan karena cinta hanya dilandasin nafsu belaka bukan lagi dilandasi perasaan atupun hati. Banyak pula yang mengatakan mencintai tanpa harus melakukan perbuatan zina serasa tidak lengkap dalam mencintai, padahal perkataan tersebut telah menyimpang dengan norma-norma agama serta merusak makna lahirnya cinta sesungguhnya.

Oh……bumi kini isimu yang berdasarkan cinta telah rusak, namun rusaknya bukan karena cinta tapi karena orang yang menjalani cinta itu sendiri telah menodainya. Kehidupan kini semakin merajalela dalm membina cinta tanpa mengawali akad nikah. Bumi engkau telah berabad-abad kokoh dan terus merotasi tetapi semua tahu jika engkau telah lelah akan isimu yang semakin hina tanpa memikirkan hidup ini bukan untuk berfoya-foya, namun semuanya tercipata dengan perintah melakukan perbuatan yang baik dan menjauhi perbuatan hina atau buruk. Tetapi semua terbalik yang buruk dikerjakan dan yang baik telah diabaikaan. Bumi beginilah salah satu kehidupan isimu yang terjadi dalam segi cinta.

 

 

kesimpulan sang penulis

Sekarang ataupun abad yang akan datang, cinta tetap indah karena terlahir dengan suci. Akan tetapi insan-insan yang mengarungi cinta dari sekian banyak mengurainya dengan mengartikan cinta itu hina, padahal cinta itu suci namun yang menjalaninya saja telah menodainya dan yang hina sebenarnya terletak pada dua insan yang menjalaninya dengan melakukan perbuatan zina dan mereka itulah yang layak dikatakan orang yang terhina dalam mengarungi cinta, serta bukan lagi cinta yang mereka rasakan melainkan nafsu yang telah melebur mereka dan tergoda akan bisikan syetan-syetan dalam diri mereka.

Saya sebagai penulis memohon maaf jika ada dari sekian banyak yang membaca tersinggung, karena saya menulis ini semata-mata tidak ada untuk menyinggung siapapun, karena saya menulis ini mentelaah dari sebuah realita yang real faktanya dan mendapatkan curhatan dari orang-orang yang terdekat dilingkungan saya sekarang.

Semoga artikel yang terangkum dalam judul “segi segi kepedihan cinta” ini bermanfaat dan bagi pembaca dapat memetik hikmahnya dalam kehidupan cinta yang terjalin kepada orang yang dicintai. Dengan segalah kekurangan saya, berharap komentar-komentar dari yang telah membaca artikel ini. Karena masih banyak kekurangan saya dalam menyusun artikel ini. Dan tidak luput saya sebagi insan biasa masih banyak kekurangan.